Banyak Alur Kali Simo Di Pati Menjadi Tempat Pembuangan Sampah Abadi

oleh -69 Dilihat

Buser 86.id//PATI – Dampak dari hujan deras yang turun pada Sabtu (30/April) malam (semalam), maka pagi-pagi buta sehabis subuh pihak Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Pati, harus sudah melakukan pembersihan dan pengangkutan sangkrah dari alur Kali Simo. Lokasi tepatnya, di bawah jembatan PT Kelola Laut Nusantara, di pinggir jalan raya Pati-Juwana, dan hal itu akan terus terjadi bila setiap saat terjadi hujan deras.

Pasalnya, bagian bentang bawah jembatan yang dibuat di depan perusahaan tersebut diduga keras mengabaikan ketentuan teknis, karena seharusnya pada bagian tembok pangkal dibuat maksimal 40 cm dari batas permukaan air tertinggi. Dengan demikian, jika gelontoran air dari hulu membawa berbagai jenis sangkrah tidak menyangkut di bawah jembatan, tapi langsung bisa hanyut ke hilir.

Hanya sayangnya, papar Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) yang juga Plt Kepala DPUPR Kabupaten Pati, H Sudarno, kondisi alur kali tersebut semakin ke hilir selain dangkal juga banyak jembatan yang dibuat asal-asalan.

”Dampaknya, jika turun hujan dan dari hulu gelontoran airnya membawa berbagai jenis sangkrah sudah bisa dipastikan, lolos dari bawah jembatan satu pasti ganti menyumbat di bawah jembatan lain,”ujarnya.

Dari pembersihan sangkrah di alur Kali Simo, Tim Alat Berat Bidang SDA harus bergerak menuju Jembatan Bertek, di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo yang juga tersumbat banyaknya sangkrah dari alur Kali Lengkowo.

Dari pembersihan sangkrah di alur Kali Simo, Tim Alat Berat Bidang SDA harus bergerak menuju Jembatan Bertek, di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo yang juga tersumbat banyaknya sangkrah dari alur Kali Lengkowo.

Dengan demikian, lanjutnya, jika hal tersebut terus menerus terjadi, maka satu hal yang tak bisa dihindari adalah limpasnya gelontoran air yang luber ke jalan raya Pati Juwana. Hal itu biasa terjadi mulai depan PDAM ke timur hingga Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, sehingga alur Kali Simo yang kewenangannya ada pada pihak BBWS Pemali-Juwana ini selalu menjadi pembuangan sangkrah ”abadi” di Pati.

Sebab, di sepanjang alur kali tersebut selain di Widorokandang, sangkrah juga menyumbat bawah Jembatan di Dukuh Cangkring, desa setempat.

Sedangkan semakin ke timur, tepatnya di alur kali masuk Desa Sinoman juga sering terjadi penumpukan sangkrah di alur Kali Simo yang bertemu dengan alur Kali Masong, sehingga dampaknya semakin ke hilir sangkrah-sangkrah itu selalu menumpuk, meskipun pengerukan dan pengambilan sudah selalu dilakukan.

Karena itu, boleh dibilang bahwa banyak alur kali di Pati selama ini menjadi pembuangan ”abadi” berbagai jenis sangkrah dari hulu yang caranya sudah sering dilakukan warga, yaitu menaruhnya di bibir kali, dan bila terjadi luapan air maka sangkrah tersebut pasti ikut terhanyut.

”Buktinya, selain dari Kali Simo alat berat jenis begue loader JCB harus menuju ke Jembatan Bertek, untuk kepentingan yang sama,”imbuhnya.

 

Pewarta:(Team-Dwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.