Diriktur Jendral Bina Administrasi Kewilayahan Dalam Negeri Safrizal ZA Terbitkan Surt Edaran Panduan Halal Bihalal

oleh -57 Dilihat

Buser86.id//Pati-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 003/2219/SJ yang diteken Jumat 22 April 2022 tentang Pelaksanaan Halal bihalal Pada Idul Fitri Tahun 1443 H/2022.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal Z.A mengatakan edaran ini sangat penting untuk mengatur aktivitas masyarakat terkait Halal bihalal di tengah suasana pandemi dan adanya peningkatan pemudik yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Surat Edaran ini sangat penting di tengah kalkulasi banyaknya pemudik yang akan menghabiskan waktu merayakan Idul Fitri dan libur lebaran di kampung halaman,” ujar Safrizal yang dikutip dari ditjenbinaadwil.kemendagri, Sabtu (23/4/2022).

Edaran itu diminta gubernur, wali kota dan bupati memberikan atensi terkait acara Halal bihalal yang perlu disesuaikan dengan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di daerah masing-masing.

Surat edaran yang diterbitkan bisa menjadi pedoman para kepala daerah untuk mengantisipasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Selanjutnya, edaran itu menjelaskan Gubernur dan bupati/wali kota bisa memberikan atensi pelaksanaan Halal bihalal di daerahnya masing-masing yang disesuaikan dengan level daerah sebagaimana ditetapkan dalam Inmendagri PPKM Level 3, 2 dan 1.

“Jumlah tamu yang dapat hadir pada acara Halal bihalal sebanyak 50% dari kapasitas tempat untuk daerah yang masuk kategori PPKM Level 3 dan 75% tamu untuk daerah yang masuk kategori PPKM Level 2 serta 100% tamu untuk daerah yang masuk kategori PPKM level 1,” terangnya.

Safrizal menegaskan kegiatan Halal bi Halal dengan jumlah diatas 100 orang, makanan/minuman disediakan dalam kemasan yang bisa dibawa pulang dan tidak diperbolehkan ada makanan/minuman yang disajikan di tempat (prasmanan).

“Hal ini merupakan langkah antisipatif untuk mengeliminir potensi klaster penularan Covid-19 dalam skala luas keramaian mengingat aktivitas makan/minum pasti diikuti dengan membuka masker, sehingga berbanding lurus dengan besarnya potensi resiko penularan,” imbuhnya.

 

Dok-@(Team/Ek/Dwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.