Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Minta Supaya Kasus Tembok Baluwarti Kartasura Diusut Tuntas

oleh -68 Dilihat

Buser86.id//Jateng – Banyak pihak menyayangkan peristiwa dijebolnya tembok Baluwarti yang merupakan tembok bersejarah eks Keraton Kartasura, salah satunya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pasalnya tembok ini merupakan tembok bersejarah eks Keraton Kartasura, Sukoharjo.

Ditemui usai memimpin Musrenbang di Kabupaten Blora, Gubernur mengaku sangat menyayangkan kejadian perusakan itu. Pihaknya juga sudah menerjunkan tim untuk melakukan identifikasi. “Sudah direspon, dari kepolisian sudah dan dari dinas kita juga sudah di lokasi. Saya minta dicek,” katanya.

Gubernur meminta, pengecekan bukan hanya soal kondisi benteng, tetapi juga pengecekan untuk mengetahui siapa pihak yang terkait dengan kejadian itu.

“Siapa yang jual, siapa yang beli, itu tanahnya siapa dan lainnya. Dengan merunut itu, kita bisa tahu ini bangunan bersejarah kok bisa diperjualbelikan sehingga dilakukan tindakan yang tidak tepat. Kami sudah ada informasi semua itu,” ucapnya.

Dirjen Kebudayaan lanjut Ganjar juga sudah datang. Pihaknya terus berkoordinasi dan bekerjasama terkait penanganan kasus itu. “Saya menunggu proses berikutnya dan saat ini lokasi sudah di-police line,” tegasnya.

Terlepas dari keprihatinannya, Ganjar mengatakan, kasus dirusaknya tembok Baluwarti menjadi peringatan bagi pihaknya sebagai pemerintah. Bahkan bisa dikatakan, kejadian itu merupakan kritik keras.

“Itu peringatan buat kita, itu kritik keras buat kami pemerintah, (termasuk) buat saya sendiri. Bagaimana kita melindungi cagar budaya selama ini,” katanya.

Terkadang lanjut Ganjar, kalau ada bangunan cagar budaya yang tidak terawat, orang menganggapnya seperti onggokan sampah tak berguna. Sehingga, kerap terjadi perusakan dan tindakan merugikan lainnya. Padahal, cagar budaya itu memiliki nilai historis yang tinggi.

“Tapi begitu kejadian seperti ini, semuanya geger. Ya ini koreksi buat (kita selaku) pemerintah yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Sekadar diketahui, tembok eks Keraton Kartasura di Kabupaten Sukoharjo dirobohkan menggunakan ekskavator. Padahal, tembok tersebut merupakan benda cagar budaya.

Pelaku mengaku telah membelinya dari seseorang. Tembok itu dijebol karena akan digunakan untuk dibuat ruko dan kos-kosan. Terkait jual beli cagar budaya ini, Gubernur minta hal ini diselidiki lebih lanjut. Kepemilikannya harus jelas agar tidak terjadi penjualan yang tidak semestinya.

“Seperti kasus ini, saya khawatir (tanah) itu punya perseorangan dan dia mau jual. Ya kalau begitu (milik perseorangan) memang ada hak perdatanya, tapi (yang ini) kan ada pelanggaran yang dilakukan. Saya rasa mesti ada kritiknya soal ini,” pungkasnya.

 

Dok-@(Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.