Ketapang – Acara Gawai yang digelar di Desa Gerai, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, resmi memasuki malam penutupan pada Jumat (28/02/2026). Kegiatan adat yang berlangsung sejak 25 hingga 28 Februari 2026 tersebut mendapat pengawalan dari organisasi kemasyarakatan Bala Pangayo guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan aman.
Pengawalan oleh ormas Bala Pangayo dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat setempat. Sejak awal pelaksanaan hingga malam terakhir penutupan, situasi terpantau kondusif dengan partisipasi aktif masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Pada malam penutupan, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, hadir secara langsung didampingi rombongan. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Ketapang tersebut menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap kegiatan adat Gawai sebagai warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Turut hadir dalam rombongan di antaranya Jamhuri Amir, Pandi Shalehahmad, Uti Iskandar, Basilius Yance P, Krish Rock, Marjono Sakti, Laway Datok Todung Rusi, Wahyudin, serta Sadius Dius.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, tokoh adat, serta seluruh pihak termasuk Bala Pangayo yang telah berperan aktif menjaga keamanan dan kelancaran acara. Ia berharap momentum Gawai tidak hanya menjadi ajang perayaan adat, tetapi juga mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Semoga acara penutupan malam terakhir ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh kebersamaan,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, rangkaian kegiatan penutupan Gawai di Gerai, Kecamatan Simpang Dua, berlangsung khidmat dan tertib, dengan harapan seluruh prosesi dapat dituntaskan tanpa kendala.
Bala Pangayo Kawal Penutupan Gawai di Gerai, Bupati Alexander Wilyo Hadir Langsung






