Buka ToT “Paham AI”, Kapolda Sumsel Tekankan Sinergi Cegah Hoaks dan Kejahatan Digital

oleh -87 Dilihat
oleh

PALEMBANG, Buser86.id – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat langkah preventif menghadapi meningkatnya ancaman kejahatan siber di era digital. Melalui Program Quick Wins Presisi Akselerasi Transformasi Polri untuk Masyarakat, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., secara resmi membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) “Paham AI” Triwulan III Tahun Anggaran 2026 di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (6/8).

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 159 personel dari jajaran Polda Sumsel dan Polres, terdiri atas Wakapolres, Kasatreskrim, Kasatlantas, Kasihumas, Kanit Pidsus, personel Ditreskrimsus, Ditlantas, Ditbinmas, Bidhumas, Biro SDM, hingga Bintara fungsi Reskrim, Lantas, Binmas, dan Humas. Mereka dipersiapkan menjadi trainer yang akan memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI telah membawa manfaat besar dalam dunia pendidikan. Namun, di sisi lain, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran hoaks, penipuan digital, deepfake, voice cloning, perjudian daring, hingga perundungan siber yang berpotensi mengancam generasi muda.

Menurut Kapolda, Polri harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui pendekatan yang lebih edukatif. Pencegahan menjadi langkah strategis agar masyarakat, khususnya pelajar, tidak menjadi korban kejahatan digital.

“Penegakan hukum memang penting, tetapi mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber adalah tugas mulia yang jauh lebih utama,” tegas Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Kapolda juga memberikan tiga penekanan utama kepada seluruh peserta pelatihan. Pertama, memperkuat literasi digital dan pemahaman AI agar pelajar mampu memanfaatkan teknologi secara positif. Kedua, membangun kolaborasi lintas fungsi, di mana fungsi Reskrim memberikan pemahaman aspek hukum siber, fungsi Lalu Lintas mengedukasi etika dan tanggung jawab digital, sementara fungsi Binmas dan Humas menjadi ujung tombak penyampaian materi kepada masyarakat. Ketiga, memperkuat sinergi dengan Dinas Pendidikan, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan agar edukasi AI dapat menjangkau seluruh pelajar di Sumatera Selatan.

“Kita tidak bisa bekerja layaknya seorang Superman, tetapi harus membentuk sebuah super team. Para peserta harus mampu membawa wajah Polri yang humanis, cerdas, dan dekat dengan masyarakat,” ujar Kapolda.

Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi strategis, mulai dari pengantar Artificial Intelligence, teknik penggunaan AI prompts, etika pemanfaatan AI, penanggulangan hoaks, hingga pengenalan dan pemanfaatan Platform Senopati. Kegiatan juga dilengkapi praktik penggunaan platform, simulasi penyampaian materi kepada pelajar, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.

Materi disampaikan oleh Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Nuril Yunus, M.Kom., Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sumsel AKBP Dudi Novery, S.E., Kasubbid PID Bidhumas Polda Sumsel AKBP Suparlan, S.H., M.Si., serta Kanit 1 Subdit 5 Ditreskrimsus Polda Sumsel Kompol Muhammad Firmansyah, S.I.K.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pelatihan tersebut harus menghasilkan edukator yang mampu menyampaikan materi secara sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh para pelajar.

“Peserta tidak hanya dituntut memahami teknologi AI, tetapi juga harus mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan relevan. Edukasi ini penting agar generasi muda dapat memanfaatkan AI secara bijak, menjaga data pribadi, mengenali hoaks dan modus kejahatan digital, serta memahami bahwa setiap aktivitas di ruang siber memiliki aturan dan konsekuensi hukum,” ujar Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Melalui Program Paham AI, Polda Sumsel memperkuat transformasi Polri Presisi dengan membangun jejaring edukator digital hingga tingkat kewilayahan. Program ini diharapkan menjadi benteng literasi digital bagi generasi muda sekaligus memperkuat upaya pencegahan kejahatan siber, sehingga perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara produktif, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Reporter : Aan

No More Posts Available.

No more pages to load.