Bupati Alexander Wilyo Resmi Buka PSBM Ketapang 2026, Tegaskan Budaya Melayu Fondasi Pembangunan Daerah

oleh -58 Dilihat

Ketapang – Semangat pelestarian budaya Melayu kembali bergema di Kabupaten Ketapang. Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., secara resmi membuka Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) Ketapang 2026 yang dipusatkan di Lapangan Olahraga RT 002, Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap, Rabu (1/7/2026).

Penyelenggaraan PSBM tahun ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Desa Mensubang dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan budaya Melayu tingkat Kabupaten Ketapang. Kegiatan tahunan yang digagas Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kecamatan Nanga Tayap tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat komitmen dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Melayu.

Mengusung tema “Dari Tepian Pawan Membangun Peradaban”, PSBM 2026 hadir sebagai wadah memperkokoh identitas budaya, mempererat persatuan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap adat istiadat dan tradisi Melayu yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bupati dalam sambutannya menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi penting dalam membangun karakter bangsa dan daerah. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak semata diukur dari pesatnya pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menjaga identitas, merawat nilai-nilai luhur, serta melestarikan kearifan lokal sebagai bagian dari peradaban.

“Budaya adalah jati diri kita. Pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap hidup dan menjadi pedoman bagi generasi penerus,” ujarnya.

Selama empat hari pelaksanaan, mulai 1 hingga 4 Juli 2026, PSBM akan menghadirkan berbagai kegiatan yang tidak hanya menampilkan kekayaan seni dan tradisi Melayu, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui stan UMKM lokal.

Beragam perlombaan turut memeriahkan agenda tersebut, di antaranya Lomba Dendang Melayu, Syair Gulung, Lomba Masak Masakan Khas Melayu, Lomba Busana Melayu, Lomba Pangkak dan Uri Gasing, hingga Lomba Sampan Bidar yang menjadi salah satu atraksi budaya paling dinantikan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap PSBM 2026 menjadi sarana memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Melayu sekaligus mempererat persaudaraan antarmasyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif serta memperkenalkan potensi wisata budaya Kabupaten Ketapang kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui semangat kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Ketapang mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan warisan budaya sebagai perekat persatuan sekaligus sumber inspirasi dalam mewujudkan visi Pembangunan Berkeadilan menuju Kabupaten Ketapang yang Maju dan Mandiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.