Bupati Ketapang Alexander Wilyo Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Karhutla Selama Musim Kemarau 2026

oleh -217 Dilihat
Oplus_16908288

KETAPANG – Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem serta ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026.

Dalam imbauannya, Alexander Wilyo menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi BMKG dan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, wilayah Kabupaten Ketapang saat ini berada dalam kondisi siaga kekeringan dan siaga bencana asap akibat potensi karhutla.

Musim kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekurangan air serta munculnya titik panas dan kebakaran lahan apabila tidak diantisipasi secara bersama-sama.
“Musim kemarau diperkirakan sudah mulai sejak Juni, dengan puncak kekeringan terjadi pada Agustus hingga September 2026, dan berakhir sekitar Oktober 2026,” ujar Alexander Wilyo.

Menghadapi kondisi tersebut, Bupati Ketapang meminta masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan.
Pertama, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan efisien, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.
Kedua, masyarakat dilarang membuka lahan dengan cara membakar.

Praktik tersebut dinilai berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi.
Ketiga, masyarakat diminta mewaspadai sumber-sumber api kecil, termasuk puntung rokok dan sumber api lainnya yang dapat memicu kebakaran di tengah kondisi lahan yang kering.

Keempat, masyarakat diminta mematuhi seluruh imbauan pemerintah yang disampaikan melalui berbagai saluran informasi, mulai dari media massa, baliho, radio, media sosial, hingga kanal informasi resmi pemerintah.

Kelima, apabila terjadi keadaan darurat atau bencana yang tidak dapat ditangani secara mandiri, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Ketapang melalui WhatsApp di nomor 0852-5215-3025 atau 0852-4744-1113.

Alexander Wilyo menegaskan bahwa pencegahan karhutla dan menghadapi dampak musim kemarau bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat.
“Mari kita tingkatkan kepedulian, kewaspadaan, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan demi keselamatan, kesehatan, dan masa depan Kabupaten Ketapang yang kita cintai,” pesannya.

Bupati berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dan mengambil langkah pencegahan sejak dini agar dampak kekeringan maupun karhutla selama musim kemarau 2026 dapat diminimalkan.
Salam semangat!

No More Posts Available.

No more pages to load.