Manis Mata, Saya secara resmi membuka kegiatan Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) di Kecamatan Manis Mata pada Rabu (29/7/2026). Perhelatan budaya ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 29 Juli hingga 1 Agustus 2026, bertempat di Lapangan Bola Kecamatan Manis Mata.
Kegiatan PSBM kali ini mengusung tema “Tancapkan Persaudaraan – Marwah Melayu Tak Lekang Oleh Waktu – Menjaga Marwah Menjunjung Tuah”.
Pada acara pembukaan, para tamu undangan disuguhkan beragam sajian seni budaya Melayu, seperti penampilan syair gulung, atraksi pencak silat, dan tari-tarian khas Melayu. Selain pertunjukan seni, momen ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus DPC Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) untuk tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Manis Mata, Marau, dan Air Upas.
”Saya sangat mengapresiasi jajaran panitia dan pengurus DPC MABM Kecamatan Manis Mata. Walaupun dengan waktu singkat, pelaksanaan kegiatan hingga pembukaan dinilai baik dan sukses. Ini menunjukkan bukti kebersamaan yang kuat untuk mencapai hasil yang baik.”
Saya mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perhelatan budaya ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkokoh persatuan, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya Melayu sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan Kabupaten Ketapang.
”Dengan semangat persaudaraan, saya yakin masyarakat Ketapang akan terus hidup berdampingan secara harmonis dalam bingkai budaya masing-masing, Bhinneka Tunggal Ika, saling menghormati adat dan budaya, serta bersama-sama membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.”
Saya memaknai yang terkandung dalam tema kegiatan PSBM tahun ini. Persaudaraan adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis.

”Marwah Melayu adalah kehormatan, jati diri, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu. Marwah tersebut tidak akan lekang oleh perubahan zaman apabila terus kita jaga melalui sikap, perilaku, adat istiadat, bahasa, serta seni dan budaya yang kita lestarikan bersama.”
Ungkapan ‘menjunjung tinggi tuah’ menjadi pengingat bahwa setiap warisan budaya Melayu mengandung kearifan, keberkahan, dan nilai-nilai kehidupan yang patut dijadikan pedoman hidup.
Acara pembukaan PSBM ini turut dihadiri oleh Jajaran Pemerintah Daerah, staf ahli dan kepala SKPD, Ketua MABM Kabupaten Ketapang beserta pengurus, anggota DPRD Ketapang, unsur Forkopimcam Manis Mata, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, perwakilan manajemen perusahaan, serta para tamu undangan lainnya.








