Sekda Ketapang: Replanting Sawit Jadi Investasi untuk Masa Depan Perkebunan dan Masyarakat

oleh -62 Dilihat

KETAPANG— Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si., menghadiri Sosialisasi Replanting (peremajaan) kelapa sawit PT Ayu Sawit Lestari, Selasa (11/8/2026), di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang.

Sekda dalam sambutannya menegaskan bahwa replanting tidak sekadar mengganti tanaman kelapa sawit yang telah memasuki usia tidak produktif dengan tanaman baru. Menurutnya, peremajaan merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan perkebunan, perusahaan, masyarakat, dan daerah.

“Replanting bukan sekadar kegiatan mengganti tanaman sawit yang sudah tua menjadi tanaman baru. Lebih dari itu, replanting merupakan investasi untuk masa depan perkebunan, perusahaan, masyarakat, dan daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut Sekda menjelaskan, tanaman kelapa sawit yang telah memasuki usia tidak produktif cenderung mengalami penurunan hasil. Karena itu, peremajaan dengan menggunakan bahan tanam unggul, penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta pengelolaan perkebunan secara profesional menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas kelapa sawit.

Sekda mengatakan Pemerintah Kabupaten Ketapang terus mendorong pembangunan sektor perkebunan agar berjalan secara produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

“Peningkatan produktivitas, peremajaan, penguatan sarana dan prasarana, serta tata kelola yang berkelanjutan merupakan bagian penting dalam pengembangan sektor kelapa sawit,” katanya.

Pemkab Ketapang, lanjut dia, menyambut baik langkah PT Ayu Sawit Lestari melaksanakan replanting sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit.

Namun demikian, Sekda berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman kembali. Replanting harus menjadi momentum untuk membangun perkebunan yang lebih modern, produktif, ramah lingkungan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat serta daerah.

No More Posts Available.

No more pages to load.