Gubernur Ganjar Pranowo Meminta Pemkab Atau Pemkot Bantu Sosialisasi Larangan Takbir Keliling

oleh -69 Dilihat

Buser86.id//SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melarang pelaksanaan takbir keliling pada malam Idul Fitri 2022. Imbauan ini disampaikan Ganjar melalui Surat Edaran yang akan segera diterbitkan melalui Sekda Provinsi Jawa Tengah. kebijakan ini perlu diambil untuk menekan potensi keramaian yang rentan terhadap kondisi pandemi Covid-19.

“Nanti perlu disampaikan kepada masyarakat Pak Sekda, disiapkan suratnya ke kabupaten kota kita minta dilarang saja takbir kelilingnya. Diarahkan takbirannya di masjid, musala atau rumahnya masing-masing,” ucap Gubernur menanggapi langsung usulan Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Musta’in.

Musta’in menjelaskan, usulan tersebut disampaikan sesuai panduan dalam Surat Edaran Menteri Agama nomor 8 tahun 2022, kemudian Instruksi Mendagri nomor 18 dan 19 tahun 2022 serta Keppres 11 tahun 2020 tentang kondisi darurat.

Agar imbauan ini bisa segera tersampaikan pada masyarakat luas, Ganjar meminta sosialisasinya dilakukan bersama antara provinsi dan pemerintah kota kabupaten.

Terkait persiapan Hari Raya Idul Fitri, Gubernur memastikan ketersediaan pangan hingga infrastruktur pendukung mudik, telah siap. “Dari Bulog tadi kita memastikan stok pangan kita aman. Bahwa terjadi fluktuasi harga iya,” kata Ganjar.

Selain itu ia juga menyampaikan prediksi Bank Indonesia, tentang potensi inflasi hingga satu persen. Gal ini akibat harga komoditas naik dan konsumsi juga meningkat. Termasuk kenaikan konsumsi BBM, seperti yang dilaporkan Pertamina. Karena itu Pertamina menyiagakan pom bensin modular dan bergerak.

“Ini untuk menjaga kemungkinan seandainya terjadi situasi di mana pemudik cukup padat dan membutuhkan (BBM) itu,” ucap Ganjar. “Saya titip kepada Bupati/Walikota untuk menjaga daerahnya. Potensi macet, kemudian longsor, agar dipantau. Kita minta terjunkan personel untuk mengawal di tempat-tempat itu,” tandas Ganjar.

Terlepas dari itu, Ganjar mengatakan seluruh pelaksanaan ibadah ramadan hingga sepekan sebelum lebaran juga berjalan lancar. “Selama bulan Ramadan salat tarawih semua berjalan dengan baik. Dan nanti pada salat Idul Fitri sudah diizinkan salat bersama di masjid maupun di tempat terbuka, di lapangan,” ujar Ganjar.

Terkait tradisi menerbangkan balon udara di Pekalongan, Ganjar mengatakan hal ini tidak dilarang asal diikat sehingga tidak membahayakan penerbangan. Ia justru mengusulkan agar ajang itu dijadikan festival bahkan lomba. “(Boleh) tapi diikat. Sehingga ketinggiannya teratur dan orang bisa melihat dengan bagus,” ujar pungkasnya.

Rls-@(Hms-Dwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.