Baru Sepekan, 3–4 Kali Kecelakaan! Jalan Poros Sintang-Pontianak Kembali Makan Korban, Truk Terguling Gara-Gara Penyempitan Jalan?

oleh -200 Dilihat

SINTANG, Kalbar 14 September 2026 — Alarm bahaya kembali berbunyi di Jalan Poros Sintang–Pontianak! Sebuah truk angkutan dari arah Pontianak menuju Sintang dilaporkan terguling setelah pengemudi diduga kaget saat menghadapi penyempitan badan jalan.

Ironisnya, kondisi di lokasi disebut gelap dan minim rambu peringatan. Pengemudi yang melintas diduga tidak mendapatkan peringatan yang cukup jelas bahwa di depan terdapat penyempitan jalan.

Bukan kali pertama. Dalam satu pekan terakhir, ruas jalan tersebut disebut telah terjadi sekitar 3–4 kali kecelakaan, baik melibatkan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi ini sontak membuat masyarakat kembali mempertanyakan aspek keselamatan di jalur yang menjadi salah satu akses utama menuju Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi hingga wilayah Putussibau.

Jalan Menyempit, Kendaraan Berat Berseliweran, Warga Mulai Cemas

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Ruas jalan tersebut setiap hari dilalui kendaraan besar dan kendaraan berat.

Pada sejumlah titik, kondisi jalan yang menyempit dan melewati kawasan perbukitan membuat situasi semakin berisiko, terutama ketika kendaraan kecil harus berpapasan dengan truk atau kendaraan berat dari arah berlawanan.

Bayangkan, kendaraan melaju dalam kondisi gelap, tiba-tiba dihadapkan pada penyempitan jalan tanpa rambu peringatan yang terlihat jelas. Siapa yang harus bertanggung jawab jika kembali terjadi kecelakaan?

Pertanyaan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat.

Warga meminta pemerintah Kabupaten Sintang bersama instansi terkait tidak menunggu korban berikutnya untuk bertindak.

Pengecekan langsung ke lapangan dinilai mendesak untuk memastikan kondisi badan jalan, penerangan, marka jalan hingga pemasangan rambu-rambu peringatan di titik penyempitan.

Jangan Tunggu Korban Bertambah!

Masyarakat berharap persoalan keselamatan di Jalan Poros Sintang–Pontianak segera mendapat perhatian serius.

Jika benar dalam sepekan telah terjadi beberapa kecelakaan di lokasi maupun ruas yang sama, kondisi tersebut semestinya menjadi alarm keras bagi pemerintah dan instansi berwenang untuk segera turun tangan.

Jalan adalah akses vital masyarakat. Namun tanpa rambu, penerangan dan pengamanan yang memadai di titik rawan, jalur vital bisa berubah menjadi jalur maut.

Kini publik menunggu langkah nyata pemerintah dan instansi terkait. Akankah dilakukan perbaikan dan pemasangan rambu sebelum kembali jatuh korban?

Margareta

No More Posts Available.

No more pages to load.